KOMPAS.com - Perusahaan besar hanya bisa terwujud dari tim yang hebat, dan peran pemimpin menjadi ujung tombaknya. Sebagai team leader dalam unit kerja di perusahaan, apakah Anda berhasil mendorong kinerja untuk mencapai target yang diinginkan?
Menurut Yusa Aziz, Coach dan CEO iCOACH, dibutuhkan kepemimpinan yang kuat untuk membangun tim hebat dan memberikan hasil kerja maksimal. Pemimpin yang kuat harus menunjukkan kemampuan memberikan arahan (direction), pengambil keputusan (decide) dan pendelegasian (delegate).
Artinya pemimpin harus tegas memberikan arahan kepada timnya, dan tidak menyerahkan bagaimana baiknya kepada tim. Pengambilan keputusan yang cermat dan tegas juga ada di tangan pemimpin, dan selanjutnya memberikan kewenangan kepada tim untuk menjalankan.
"Kesalahan terbesar dalam kepemimpinan adalah vakum, menunda, dan tidak ada arah," papar Yusa, dalam seminar yang digelar oleh Share Positive Mind dan iCOACH beberapa waktu lalu.
Yusa menerangkan, untuk mendapatkan hasil yang sesuai target, rencana kerja yang jelas, dan menumbuhkan kecintaan serta tanggungjawab tinggi dari tim kerja, dibutuhkan karakter pemimpin yang kuat.
Untuk memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, pemimpin tim perlu memahami karakter tim kerja lebih dahulu, yakni:
* Tim Anda perlu diarahkan oleh pemimpinnya.
* Tim membutuhkan hirarki.
* Tim membutuhkan struktur yang jelas.
* Tim membutuhkan kejelasan dalam menjalankan rencana kerja.
* Tim membutuhkan ruang untuk bertumbuh.
* Tim membutuhkan penghargaan (reward) atas prestasinya.
Jika sudah begini, sebagai pemimpin Anda tak sekadar disukai, namun mendapat penghargaan (respect) dari tim. Apalagi jika sebagai pemimpin Anda tidak pelit mengakui dan memberikan penghargaan atas kinerja tim yang memberi hasil maksimal. Loyalitas dan dedikasi dari tim akan menjadi ganjaran atas kemampuan Anda memimpin tim kerja.
Sudahkah Anda (sebagai pemimpin) mendapat respect dari tim kerja?
KOMPAS.com - Pernahkah Anda kebingungan ketika bersiap-siap hendak ke kantor, karena merasa tak punya pakaian yang pantas? Padahal, beragam pakaian menumpuk di dalam lemari. Anda hanya tidak dapat menemukan atasan yang tepat untuk dikenakan saat menghadiri jamuan makan bersama klien, misalnya.
Kondisi seperti ini sebenarnya dapat diatasi andaikan Anda memiliki beberapa jenis item "kunci". Pakar fashion Jill Martin, penulis buku Fashion for Dummies, memiliki beberapa daftar pakaian dan aksesori yang perlu dimiliki wanita dalam lemarinya. Cari jenis yang klasik, yang tak pernah ketinggalan jaman.
1. Little black dress
Gaun hitam dengan potongan yang simpel akan menjadi penolong bagi Anda yang butuh berpakaian sedikit formal dalam segala acara. Untuk dikenakan di kantor, tambahkan scarf. Sedangkan untuk acara malam hari, hidupkan dengan perhiasan yang mencolok.
2. Blazer hitam
Hati-hati, Anda perlu memilih blazer yang jatuhnya pas di tubuh Anda. Jika pinggang adalah bagian tubuh Anda yang paling menarik, cari blazer yang lebih ngepas di badan. Kenakan blazer ini dengan jeans dan kemeja putih.
3. Kemeja putih
Anda perlu memilikinya, karena kemeja putih juga akan selalu menjadi penolong. Ia akan memberikan kesan tegas dan bersih. Padukan dengan jeans, celana bahan, atau rok pensil.
4. Celana panjang dengan potongan rapi
Jika Anda hanya ingin memiliki satu buah celana panjang seperti ini, pilih yang berwarna hitam atau biru tua. Anda bisa mengombinasikannya dengan banyak pilihan warna lainnya. Pastikan saja Anda menyesuaikan panjang celana dengan tinggi hak sepatu Anda.
5. Trench coat warna beige
Mumpung lagi musim hujan, ini saatnya Anda sedikit bergaya. Jas panjang ini bisa dipakai untuk melengkapi pakaian jenis apa saja.
6. Tas hitam besar
Tas semacam ini dapat menyimpan apa saja, entah ketika Anda harus bepergian bersama si batita, atau ketika harus meeting dengan klien. Sepatu dan tas yang serasi dapat membuat pakaian yang sederhana akan menjadi lebih elegan.
7. Sepasang jeans berkualitas
Apakah jeans ini harganya di bawah Rp 100.000 atau nyaris Rp 1.000.000, asalkan jatuhnya begitu pas untuk bentuk tubuh Anda, Anda perlu memilikinya. Jeans yang keren bisa dikenakan dengan atasan apa saja, dari t-shirt hingga blazer.
8 Sepasang sepatu pumps
Sepatu pun harus terlihat sempurna. Warna hitam akan selalu cocok dikenakan dengan apa saja, baik celana bahan, jeans, atau rok pensil.
9. Perhiasan yang mewah
Buatlah agar aksesori ini menjadi titik sentral pada penampilan Anda. Anda tidak harus menghabiskan jutaan rupiah untuk sebuah perhiasan. Pilih saja salah satu: kalung, gelang, atau anting-anting, dan berdandanlah berdasarkan salah satu item tersebut.
10. Berlian
Berlian selalu memberikan kesan klasik dan chic. Anda bahkan tak perlu membeli yang asli, karena ada beberapa versinya yang lebih terjangkau. Namun jika Anda membeli yang asli, pilih saja yang bentuknya kecil manis.
KOMPAS.com - Boleh dibilang, waktu produktif kita lebih banyak kita habiskan di kantor daripada di rumah. Karena itu, wajar bila Anda memiliki hubungan yang harmonis dengan beberapa teman di kantor. Memiliki teman dekat yang mendukung Anda, tentu akan membuat Anda lebih bahagia dan mampu bekerja lebih baik di kantor. Menurut penelitian, memiliki pertemanan yang baik seperti ini mendorong kepuasan karyawan hingga 50%.
Di kantor, kita cenderung memilih teman yang memiliki minat atau pemikiran yang sama dengan Anda, karena hal ini dapat meminimalkan konflik. Namun, ternyata lebih penting bila kita memilih teman-teman yang dapat memberikan kepuasan dan kesuksesan kerja. Tak peduli apakah Anda akan menghabiskan waktu bersama mereka usai jam kantor, yang penting Anda kembangkan dulu kedekatan dengan mereka. Lalu siapa saja yang sebaiknya Anda pilih sebagai teman-teman baru di kantor?
1. Staf IT
Ketika email tak bisa menerima pesan, data Anda hilang, dan kecelakaan-kecelakaan lain yang berkaitan dengan komputer, hanya satu orang yang akan menjadi penyelamat Anda: staf IT. Orang-orang di bagian IT mungkin bukan termasuk teman-teman yang biasa menghabiskan waktu bersama Anda di luar jam kerja, namun pastikan mereka lah teman Anda di kantor. Berusaha lah untuk tetap tersenyum meskipun Anda sedang tidak membutuhkan bantuan mereka. Ngobrol di pantry, mencari tahu dari mana asal mereka, atau menanyakan apa yang mereka lakukan pada long weekend lalu, pendek kata hal-hal yang biasa Anda lakukan dengan teman lainnya. Dengan demikian ketika perusahaan memesan MacBook Pro yang baru, dan meminta mereka memilih siapa yang patut menerimanya, Anda lah pilihan mereka.
2. Senior
Senior tidak selalu berarti atasan. Bisa juga orang yang sudah bekerja jauh lebih lama daripada Anda. Orang ini tentu tahu banyak mengenai hal-hal yang terjadi atau berlaku di perusahaan. Ia juga mengenal orang-orang yang punya pengaruh di kantor. Ia juga menjadi tempat bertanya untuk hal-hal yang tidak berani Anda tanyakan pada atasan Anda. Namun Anda juga perlu memilih-milih. Tidak semua senior berkenan untuk membantu yuniornya. Senior yang bisa diajak berteman adalah yang menyambut Anda dengan hangat ketika Anda baru bergabung dengan perusahaan, orang yang sabar dan selalu bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Idealnya, dialah orang yang memiliki persamaan pandangan dengan Anda.
3. Teman dari departemen lain
Meskipun Anda sangat menyukai pekerjaan Anda, namun suatu ketika Anda pasti akan mengeluh juga. Biasanya Anda lalu curhat dengan teman dari departemen yang sama, karena merekalah yang tahu situasi Anda. Namun pertemanan seperti ini bisa berbahaya. Anda akan dianggap menjelek-jelekkan rekan kerja Anda sendiri, atau memperkuat opini orang lain yang mungkin cenderung bias. Karena itu, sebaiknya Anda memilih teman dari departemen lain, jika niatnya untuk berkeluh-kesah. Mereka akan memberikan pendapat yang lebih objektif mengenai situasi Anda, daripada orang yang dekat dengan Anda. Jika pun teman Anda berbagi cerita pada teman-teman di departemennya, mereka tak mengenal Anda maupun orang-orang di divisi Anda. Sebaliknya, teman Anda mungkin akan menceritakan situasi di departemennya sendiri yang membuat frustrasi. Hasilnya, Anda akan merasa lebih baik dengan kondisi Anda.
4. Recepsionis atau staf procurement
Hm... jangan sepelekan petugas di bagian resepsionis atau procurement. Merekalah yang mengusahakan pengadaan barang dan jasa di perusahaan. Sering-seringlah menyapa mereka, karena merekalah yang biasa membantu Anda tanpa Anda sadari. Kadang-kadang mereka kesal, lho, karena diabaikan oleh orang-orang di kantor. Seringkali kita hanya berbicara dengan mereka ketika membutuhkan sesuatu. Misalnya, menitipkan paket untuk kurir dan menerima barang kiriman untuk Anda (sementara Anda sudah pulang). Atau, Anda meminta peralatan kantor, kunci laci hilang, dan lain sebagainya. Sekali-sekali, ajak mereka makan siang bersama. Lakukan juga beberapa pekerjaan yang sebenarnya bisa Anda lakukan sendiri, seperti memesan makanan di luar.
5. Rekan kerja yang terbaik
Butuh seseorang yang dapat mengambil alih pekerjaan Anda ketika Anda cuti atau ada keperluan mendadak? Atau mencari rekan kerja yang dapat diajak berbagi ide? Seseorang yang Anda percaya untuk berbagi gosip ketika Anda tak tahan menyimpannya sendiri? Rekan kerja yang memenuhi semua syarat inilah yang perlu Anda dekati. Menurut penulis Vital Friends, Tom Rath, orang-orang yang memiliki seorang teman dekat di kantor biasanya tujuh kali lebih mampu bekerja dengan baik. Anda tak harus menghabiskan waktu senggang di luar jam kantor bersamanya, namun kedekatan yang Anda miliki tetap memberi pengaruh baik untuk produktivitas Anda. Selain itu juga tingkat stres dan kebahagiaan Anda secara umum di perusahaan. Bekerja keraslah untuk membina pertemanan ini, namun bersiaplah jika karena alasan tertentu hubungan Anda tidak memuaskan.
Era globalisasi ini, persaingan dunia semakin ketat. Tak lagi hanya bersaing dengan ‘produk local’,tapi juga bersaing dengan SDM asing. Bila sudah begini, gelar pendidikan tak lagi jadi halo utama, melainkan kebuttuhan akan keterampilan yang beragam dari tiap insane.
Setidaknya anda dapat mengembangkan kemampuan berikut:
1. bahasa. Keterampilan ini sudah menjadi salah satu keterampilan yang wajib sejak dulu di berbagai perusahaan. Dengan semakin gencarnya persaingan secara global saat ini, memiliki kemampuan berbahasa inggris, jepang, china, atau perancis akan lebiah diminati. Semakin banyak bahasa yang dikuasai semakin besar juga terbukany akesempatan untuk mendapatkan pekerjaan.
2. kepemimpinan. Tentunya keterampilan ini tidak begitu saj aturun dari langit,tapi dipelajari & memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk menimba pengalaman. Seseorang yang memiliki kemampuan memimpin tentunya akan lebih mudah untuk melangkah kejenjang yanglebih tinggi. Lagipula, kemempuan ini sangat di-butuhkan dalam setiap perusahaan untuk menjalankan bisnis usahanya.
3. komunikasi. Sukses tidaknya sebuah perusahaan juga dapat dipengaruhi dengan “ kemampuan berkomunikasi” dari setiap pegawainya. Yang dimeksud dengan kemampuan bberkomunikasi yangbaik disini adalah mampu menengahi konflik, mengahadapi masalah atau menciptakan suasana kerja yang nyaman sehingga dapat meningkatkan produktifitas,yang tentunya menguntungkan bagi perusahaan.
4. mengelola SDM. Kemampuan ini dibutuhkan di setiap perusahaan untuk mengatur serta setiap insane pekerja, agar dapat bekerja dengan maksimal, menjaga hubungan interpersonal serta menjadi jembatan antara struktur bawah & atas. Tak heran bial kini banyak ditemukan banyak jenjang pendidikan maupun khursus SDM.
5. keterampilan computer. Keterampilan yang satu ini tentunya memgang kendali di setiap lini perusahaan. Terlebih lagi, system komputerisasi merupakan salah satu toalk ukur dalam kemajuan perusahaan. Anda dapat mengembangkan. Kemampuan ini dengan mengikuti kursus computer yang kini sangatmudah ditemui, yang memberikan pelatiahan mulai dari tingkat dasar hingga advanced . tentunya setiap keterampilan yang anda miliki harus disesuaikan dengan pekerjaan yang diinginkan. Semakin banyak keterampilan yang dikuasai untuk satu pekerjaan, semakin besar juga kemungkinan mendapatkan pekerjaan.
Sumber: kompas, 14juni 2009
